Selasa, 22 Oktober 2013

Profesi BK

DAFTAR ISI

Cover ...................................................... 1
Kata Pengantar ...................................................... 2
Daftar Isi ...................................................... 3

BAB I : PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang .................................... 4
  2. Rumusan Masalah ...................................... 5
  3. Tujuan ...................................... 5
  4. Manfaat ...................................... 6

BAB II : PEMBAHASAN
  1. Pengertian Konseling ........................ 7
  2. Pengertian Konselor ......................... 7
  3. Perbedaan Antara Bimbingan, Konseling
Dan Psikoterapi ......................... 8
  1. Perbedaan Antara Profesi Konselor Dengan Profesi Kesehatan Mental Lainya .......................... 9
  2. Karakteristik Penolong Yang Efektif ............. 17
  3. Masalah Multicultural .......................... 21
  4. Etika, Profesional Dan Masalah Legal ............ 22

BAB III : PENUTUP
  1. Kesimpulan ................................................ 24
  2. Saran ................................................ 24

DAFTAR PUSTAKA .............................................. 25




BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG.
Konseling bukanlah konsep yang mudah untuk di definisikan. Untuk satu hal, konseling adalah istilah yang digunakan secara berlebihan atau banyak di gunakan, contohnya kita memiliki konselor keuangan, konselor ketenagakerjaan, konselor perkemahan dan lain-lain. Dengan berbagai macam seperti itu, apa bisa macam-macam praktek tersebut di bilang sama? Faktanya... .Mereka memiliki judul kesamaan dengan praktek interpersonal/ intrapersonal konseling.(Hackney & Cormier, 2001.p.2)
Ketika saya marah-marah sebagai seorang anak, ibu saya berkata, "Saya tidak mengerti, mengapa kamu marah-marah, mungkin saya harus membawa kamu bertemu dengan seorang konselor”. Ancaman ini mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya, tetapi juga menunjukkan cintanya untukku dan keinginan yang mendalam untuk memahami dan membantu saya.
Saya sering bertanya-tanya bagaimana rasanya jika bertemu dengan seorang konselor. Ini bukanlah hal baik, jika ibu saya menggunakan konselor sebagai ancaman, saya berfikir. Di sisi lain, mungkin konseling akan menjadi tempat, di mana aku bisa berbicara dengan seseorang yang mengerti saya, seseorang yang bisa memahami suasana hati saya, menjadikan suasana hati saya menjadi normal, saya masih belum bisa mendefinisikan yang jelek atau jenis yang luar biasa. Mungkin melihat seorang konselor akan baik-baik saja. Nyatanya, seorang konselor akan mengatakan dia normal !! Tapi yang sebenarnya yang di lakukan oleh konselor itu apa, aku bertanya-tanya?
Untungnya, selama setahun aku punya kesempatan untuk berada di konseling. Dan ironi dari semua ironis, saya menjadi seorang konselor. Yah, mungkin ibu ku berintuisi(berdasarkan kemauan) beliau awal, bahwa saya akan erat dan terlibat dalam konseling dalam satu atau lain cara !!
Bab ini membahas tentang siapa konselor dan apa yang dimaksud konseling itu. Saya akan mencoba untuk mendefinisikan kata konseling dan membedakannya dari kata-kata terkait seperti bimbingan dan psikoterapi. Saya juga akan membandingkan dan memberikan perbedaan yang nyata antara seorang konselor dengan konselor profesi kesehatan mental lainnya. Berikutnya, saya akan menilai beberapa karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
Seperti yang kita bahas pada bab ini, kita akan menguji perbedaan asosiasi professional di lapangan, dengan penekanan khusus pada Organisasi Konseling Amerika (ACA), organisasi yang melayani konselor. Saya akan menyimpulkan bab ini dengan menyoroti pentingnya isu multikultural di bidang konseling dan berfokus pada isu etika, profesional dan hukum yang berkaitan dengan identitas kita sebagai konselor.

  1. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas maka dapat di rumuskan sebagai berikut:
  1. Apa yang di maksud dengan konseling itu?
  2. Siapa itu konselor?
  3. Perbedaan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi?
  4. Perbedaan antara profesi konselor dengan profesi kesehatan mental?
  5. Karakteristik apa saja yang berhubungan dengan bantuan yang efektif?
  6. Apa itu isu multikultural di bidang konseling?
  7. Apa yang di maksud dengan isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor?
  1. TUJUAN.
Setelah mendiskusikan materi bab ini, maka kami dapat memperoleh beberapa tujuan sebagai berikut:
  1. Dapat mengetahui definisi tentang konseling.
  2. Dapat mengetahui siapa konselor dan tugasnya.
  3. Dapat membedakan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi.
  4. Dapat mengenal lebih jauh macam-macam konselor kesehatan lainnya.
  5. Dapat mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
  6. Dapat mengetahui tentang isu multikultural di bidang konseling.
  7. Dapat mengetahui tentang isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor.

  1. MANFAAT.
Setelah mengetahui tujuan dalam materi ini, kami memperoleh manfaat yang banyak, antara lain:
  1. Agar kita dapat mengetahui definisi tentang konseling lebih jelas.
  2. Agar kita dapat mengetahui siapa konselor itu dan apa saja tugas konselor itu.
  3. Agar kita dapat membedakan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi.
  4. Agar kita dapat mengenal lebih jauh macam-macam konselor kesehatan lainnya.
  5. Agar kita dapat mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
  6. Agar kita dapat mengetahui tentang isu multikultural di bidang konseling.
  7. Agar kita dapat mengetahui tentang isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor.





BAB II
PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN KONSELING.
Konseling di ambil dari bahasa latin “consilium” artinya dengan atau bersama yang di rangkai dengan memahami atau menerima. Sedangkan dalam bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” artinya menyerahkan atatu menyampaikan. Istilah konseling juga merupakan terjemahan dari kata counseling yang mempunyai arti nasihat, anjuran, pembicaraan. Konseling di desain untuk menolong klien untuk memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan dan membantu mencapai tujuan penentuan diri mereka melalui pilihan yang telah di informasikan dengan baik serta bermakna bagi mereka dan melalui pemecahan masalah emosional karakter interpersonal. Jadi dapat di simpulkan konseling itu adalah suatu proses pemberian pemahaman, nasehat, anjuran kepada klien (konseli) oleh konselor bertujuan agar konseli bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan konselor hanya sebagai jembatan dalam permasalahan konseli. Dan konseli yang akan memilih jalan yang mana yang ingin di gunakan.

  1. PENGERTIAN KONSELOR.
Konselor adalah seorang yang memiliki keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal S1 dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), prodi Bimbingan Konseling (BK) atau bimbingan penyuluhan(BP). Konselor juga bisa di artikan sebagai orang yang menyampaikan konseling kepada konseli.
Konselor dapat ditemukan dalam berbagai berbagai peran. Pelatihan konseling begitu luas dan kita menemukan konseling individu dan konseling kelompok yang menyajikan perkembangan sesuai untuk individu dari segala usia. Peran konselor cenderung dalam orientasi profesional yang membantu hubungan, kerja kelompok, pertumbuhan dan perkembangan manusia, sosial dan budaya, karir dan gaya hidup pengembangan, penilaian dan penelitian dan evaluasi program. Selain mata kuliah ini, konselor pada umumnya memiliki program kerja di daerah khusus konseling, serta pengetahuan dan keterampilan khusus daerah itu.

  1. PERBEDAAN ANTARA KONSELING, BIMBINGAN DAN PSIKOTERAPI.
Variasi Dalam Tema Yang Sama?
Dalam, gelap, rahasia, seksual, sadar, sakit, tersembunyi, jangka panjang, rekonstruksi. Ini adalah beberapa kata bebas saya, ketika saya memikirkan kata Psikoterapi. Jangka pendek, disini dan sekarang, perubahan, pemecahan masalah, mendengarkan, dan kesadaran, datang di pikiran saya ketika di kaitkan dengan kata Konseling. Dan terakhir, saran, arahan, muncul ke permukaan, advokasi, dan mendukung adalah kata-kata yang saya pikirkan ketika saya mengasosiasikan dengan kata Bimbingan. Apakah bimbingan, konseling, dan psikoterapi itu memiliki perbedaan satu sama lain dan apa yang dilakukan konselor terhadap bimbingan, konseling atau psikoterapi?
Selama bertahun-tahun sudah memiliki definisi tentang konseling yang berpendapat pada suatu pemikiran dari sebuah masalah dan pendekatan rasional untuk membantu orang normal. (Williamson, 1950:1958). Konseling juga dapat di artikan suatu proses pemberian pemahaman, nasehat, anjuran kepada klien (konseli) oleh konselor bertujuan agar konseli bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan konselor hanya sebagai jembatan dalam permasalahan konseli. Dan konseli yang akan memilih jalan yang mana yang ingin di gunakan.
Definisi umum berlanjut sampai abad ke-20 ketika konselor bimbingan kejuruan menggunakan kata bimbingan yaitu untuk menggambarkan tindakan kepada seorang individu dan menjadi sebuah saran untuk keterampilan hidup. Sementara itu, dengan perkembangan psiko-analisis menjelang akhir abad ke-19. Datang kata psikoterapi yang artinya "merawat jiwa", berarti suatu tindakan atau proses untuk menyembuhkan atau merawat jiea seseorang.
Intinya bimbingan adalah suatu pengarahan kepada orang lain agar orang tersebut bisa terampil di dalam kehidupan (orang tersebut belum punya masalah). Sedangkan konseling adalah suatu pemikiran yang di ungkapkan sebagai masalah yang di alami orang lain (orang tersebut sudah memiliki masalah kemudian di beri pengarahan). Psikoterapi adalah proses menyembuhkan atau merawat jiwa orang lain (orang tersebut akan di bantu lebih mendalam dengan masalah yang ada).

  1. PERBEDAAN ANTARA PROFESI KONSELOR DENGAN PROFESI KESEHATAN MENTAL LAINYA.
Saat ini program konseling di tingkat master akan menawarkan di daerah khusus seperti yang diakui oleh Dewan Akreditasi Konseling Dan Program Pendidikan Terkait (CACREP). Ini termasuk komunitas konseling sekolah, konseling kesatuan, konseling perguruan tinggi, konseling kesehatan mental, konseling karir, konseling Gerontological, urusan siswa dan pasangan perkawinan dan konseling keluarga/terapi. Berikut ini adalah deskripsi singkat dari beberapa daerah konselor lebih umum.
  1. Konselor Sekolah. Konselor sekolah harus memiliki gelar master dalam konseling dan spesialisasi dalam konseling sekolah. Beberapa konselor sekolah mendapatkan tugas pada tingkat SD, SMP dan SMA, sementara di negara-negara lain ada pada tingkat TK sampai kelas 12. Dalam beberapa tahun terakhir telah ada program pelatihan profesional, perkumpulan profesi, dan banyak di lapangan untuk menggantikan guru pembimbing dengan konselor sekolah.(Hoyt,1993). Organisasi Profesi Konselor Sekolah adalah sekolah konselor sekolah di Amerika (ASCA). Yang merupakan divisi dari ACA.

  1. Konselor Kesehatan Mental, Lembaga Konseling Dan Konselor Masyarakat.
Konselor harus memiliki gelar master dalam konseling dan spesialisasi dalam konseling kesehatan mental, penyuluhan masyarakat atau lembaga konseling. Konseling masyarakat dengan konseling kesehatan mental keduanya membutuhkan pelatihan yang lebih luas, individu dengan gelar ini umumnya bekerja pada instansi atau dalam praktek swasta melakukan konseling dan psikoterapi. Di amerika terdapat Perkumpulan Konselor Kesehatan Mental (AMHCA). Yang mana merupakan divisi dari ACA.
  1. Konselor Perguruan Tinggi Dan Konselor Dalam Urusan Praktek Mahasiswa.
    Konselor juga dapat bekerja dalam bidang pendidikan tinggi, termasuk pusat konseling perguruan tinggi, pusat kehidupan karir tertinggal, pusat krisis perguruan tinggi dan sebagainya. Biasanya konselor akan mengambil pekerjaan khusus dalam pengembangan mahasiswa. Pokok organisasi profesional memasukkan konselor pada Perkumpulan Perguruan Personel Amerika (ACPA) dan Perkumpulan Perguruan Tinggi Konseling Amerika (ACCA), yang mana merupakan divisi dari ACA. Sedangkan fokus utama ACPA adalah administrasi dari layanan mahasiswa, ACCA cenderung lebih berkonsentrasi pada konseling masalah dalam pengaturan perguruan tinggi. Kedua organisasi ini menawarkan layanan penting bagi konselor yang bekerja dalam pengaturan pendidikan tinggi.
  2. Konselor Rehabilitasi.
    Konselor
    rehabilitas menawarkan berbagai layanan secara fisik, emosional dan perkembangan. Dewan Rehabilitasi Pendidikan (CORE) adalah badan akreditasi untuk program konseling rehabilitasi. Program rehabilitasi mencakup pekerjaan kursus kejuruan antara lain evaluasi, analisis kerja, aspek medis, psikososial kecacatan, masalah hukum dan etika dalam rehabilitasi, dan sejarah konseling rehabilitasi.
  3. Pernikahan, Pasangan Dan Konselor Keluarga.
Konseling dalam pernikahan, pasangan, dan keluarga: konselor secara khusus dilatih untuk bekerja dengan sistem dan dapat ditemukan dalam deretan yang luas dari pengaturan lembaga dan dalam praktek swasta. Konselor di sini cenderung memiliki spesialisasi kerja kursus dalam sistem dinamika, terapi keluarga, tahapan kehidupan keluarga, dan seksualitas manusia, bersama dengan program kerja yang lebih tradisional dalam profesi membantu. Asosiasi Amerika untuk Pernikahan dan Terapi Keluarga (AAMFT) adalah salah satu asosiasi profesional untuk konselor perkawinan dan keluarga seperti Asosiasi Internasional Konselor Perkawinan dan Keluarga (IAMFC), sebuah divisi dari ACA. Organisasi ini bertujuan membantu para profesional dengan derajat yang terkait (misalnya konseling, kerja sosial, psikologi), juga untuk berlatih konseling perkawinan dan keluarga.
  1. Psikolog.
Ada berbagai jenis psikolog yang berpraktik di berbagai pengaturan termasuk lembaga, praktek swasta, organisasi pemeliharaan kesehatan, universitas, bisnis, industri penjara dan sekolah. Psikolog sering ditemukan pada pengadministrasian badan, konsultasi dengan bisnis dan industri, atau dalam peran pengawasan untuk semua jenis profesional kesehatan mental. Umumnya, psikolog memiliki gelar sarjana maju dalam psikologi, biasanya doktor, pascasarjana sekolah supervisi, dan telah lulus ujian lisensi negara.
Ada juga organisasi profesi psikolog di amerika yaitu American Psychological Association (APA).
  1. Psikolog Klinis.
Psikolog klinis memiliki latar belakang yang kuat dalam ilmu pengetahuan, teori dan praktek, yang memungkinkan mereka untuk mengurangi ketidakmampuan dan mempromosikan kesejahteraan psikologi. Untuk mendapatkan lisensi sebagai psikolog aclinical, seseorang harus lulus dari program doktor di APA terakreditasi psychologyand klinis juga melengkapi persyaratan tambahan diidentifikasi oleh dewan lisensi negara.
  1. Psikolog Konseling.
Secara historis, konseling psikologi memiliki pekerjaan lebih dengan populasi relatif sehat dibandingkan dengan kerja psikolog klinis dengan populasi relatif terganggu. Sama seperti psikolog klinis, untuk menjadi seorang konseling psikologi seseorang harus memperoleh gelar doktor dari APA disetujui program dan persyaratan tambahan lengkap seperti yang diidentifikasi oleh dewan lisensi negara.
  1. Psikolog Sekolah.
Psikolog Sekolah harus memiliki minimal gelar master di bidang psikologi sekolah dan di lisensikan oleh dewan negara pendidikan, dengan minat utama mereka terfokus pada anak-anak, keluarga dan proses pendidikan. Karena pelatihan psikolog sekolah cenderung dalam pengujian, pembangunan manusia, atau perubahan sistem (Todd & Bohart, 1999). Psikolog sekolah biasanya tidak diizinkan oleh negara untuk melakukan konseling dan psikoterapi. Para profesi untuk Psikolog Sekolah masuk dalam organisasi National Association Of Psikolog Sekolah (NASP).
  1. Psikiater.
Psikiater adalah seorang dokter berlisensi yang umumnya telah menyelesaikan residensi di psikiater, yang berarti bahwa selain sekolah kedokteran, ia telah menyelesaikan pelatihan lapangan penempatan yang luas dalam pengaturan kesehatan mental. Psikiater bekerja di lembaga kesehatan mental, rumah sakit, pengaturan praktek swasta, dan organisasi pemeliharaan kesehatan. Asosiasi profesional untuk psikiater disebut American Psychiatric Association (APA).
  1. Pekerja Sosial.
Meskipun pekerja sosial telah ditemukan bekerja dengan kaum tertindas dan dengan sistem keluarga dan sosial, saat ini pekerja sosial memberikan konseling dan psikoterapi untuk semua jenis klien di berbagai pengaturan,termasuk layanan kesejahteraan anak. Dengan pelatihan tambahan dan pengawasan, pekerja sosial dapat menjadi nasional disertifikasi oleh Akademi Pekerja Sosial Bersertifikat (ACSW). Selain itu, kebanyakan negara memiliki persyaratan khusus untuk menjadi Pekerja Sosial Izin Klinis (LCSW). Asosiasi profesional bagi pekerja sosial dalam Asosiasi Nasional Pekerja Sosial (NASW)
  1. Perawat Psikiater.
Kebanyakan perawat jiwa bekerja di rumah sakit dengan angka yang lebih rendah bekerja di lembaga masyarakat, praktek swasta, atau pengaturan pendidikan. Perawat kejiwaan dapat ditemukan dalam sejumlah peran, termasuk praktisi perawat, perawat klinis spesialis, perawat kepala, pendidik, administrator, direktur keperawatan, peneliti, perawat staf, terapis, dan konsultan (Apna, 2002). Asosiasi profesional perawat jiwa adalah American Psychiatric Nurses Association (Apna).
  1. Psikoanalisa.
Psikoanalisis dilatih dalam Psikoanalisis Freudian dari sejumlah lembaga psikoanalitik. Meskipun Assiciation Psikoanalisis Amerika (APsaA), asosiasi profesional dari psikoanalis dari sejumlah lembaga psikoanalitik. Psikoanalisa memiliki lisensi dalam bidang kesehatan mental (misalnya psikiater, psikolog, berlisensi profesional konselor, pekerja sosial berlisensi klinis.
  1. Psikoterapis.
Karena kata psikoterapis tidak terkait dengan bidang tertentu dari praktik kesehatan mental. Praktek psikoterapi umumnya terbatas pada orang-orang yang berlisensi profesional kesehatan mental di dalam setiap negara.

  • Profesional Asosiasi dalam Pelayanan Sosial.
Dalam rangka untuk melindungi hak-hak anggota mereka sebagai metode mendukung keyakinan filosofis para profesional pelayanan sosial dibahas dengan adanya layanan sebagai berikut :
  • Menyediakan akses ke asuransi malpraktik.
  • Hire pelobi untuk melindungi kepentingan keanggotaan.
  • Menyediakan newsletter dan jurnal untuk membahas topik yang menarik bagi keanggotaan.
  • Memberikan kesempatan untuk mentoring dan jaringan.
  • Memberikan kode etik dan standar untuk praktek.
  • Menyediakan bank job.
    organisasi.

  • Assosiasi Konseling Amerika.
Awal Assosiasi Konseling Amerika (ACA) dapat ditelusuri kembali pada tahun 1913 dengan berdirinya Asosiasi Bimbingan Kejuruan Nasional (NVGA). Setelah banyak nama dan perubahan stuktural selama bertahun-tahun, ACA hari ini adalah assosiasi konseling terbesar di dunia. Dengan anggota 55.000. Organisasi ini sebagai payung yang melayani kebutuhan semua jenis konselor untuk "meningkatkan kualitas hidup dalam masyarakat dengan mempromosikan pengembangan konselor profesional, memajukan profesi konseling, dan menggunakan profesi dan praktek konseling untuk mempromosikan penghormatan terhadap martabat manusia dan keragama”.
  • Divisi dari (ACA).
    ACA saat ini mensponsori 17 Divisi dan afiliasi organisasi. Semua divisi dan afiliasi mempertahankan surat terbaru dan sebagian menerbitkan jurnal. Antara lain :
  • Asosiasi untuk penilaian dalam konseling.
    jurnal: pengukuran. dan evaluasi dalam konseling dan pengembangan
  • Asosiasi untuk pembangunan dewasa dan penuaan.
    jurnal: masa dewasa
  • Amerika kuliah konseling asosiasi.
    jurnal: jurnal konseling perguruan.
  • Berserikat bagi konselor dan pendidikan di governmet
    jurnal: none diterbitkan.
  • Berserikat bagi konselor asuhan dan pengawasan
    jurnal: konselor pendidikan dan supervisi.
  • Berserikat bagi isu-isu gay, lesbian dan bisexualll dalam konseling
    jurnal: none diterbitkan.
  • Asosiasi untuk konseling multikultural dan pengembangan
    jurnal jurnal pengembangan counselingand multikultural.
  • Amerika konselor kesehatan mental asosiasi
    jurnal: jurnal konseling kesehatan mental.
  • Amerika rehabilitasi konseling asosiasi
    jurnal: rehabilitasi buletin cunseling.
  • Amerika konselor sekolah asosiasi.
    jurnal: konseling sekolah profesional.
  • Berserikat bagi spiritual, nilai-nilai etika dan agama dalam konseling.
    jurnal: konseling dan nilai-nilai.
  • Konseling asosiasi untuk pendidikan humanistik dan pengembangan.
    jurnal, jurnal pendidikan humanistik konseling dan delopment.
  • Konselor untuk keadilan sosial.
    jurnal: none diterbitkan.
  • Internasional asosiasi konselor kecanduan dan pelaku.
    jurnal, jurnal kecanduan dan konseling pelaku internasional.
  • Asosiasi asosiasi marrige dan konselor keluarga.
    jurnal, jurnal keluarga: konseling dan terapi untuk pasangan dan keluarga.
  • Nasional pengembangan karir asosiasi.
    jurnal: pada triwulan pengembangan karir.
  • Nasional kerja konseling asosiasi.
    jurnal: jurnal konseling kerja.

Asosiasi Terkait Dengan (ACA).
ACA adalah sebuah sponsor jumlah afiliasi dan organisasi yang berkontribusi dengan perbaikan kepada profesi konseling dengan cara yang unik. Sebuah deskripsi singkat mereka:
  • ACA asuransi kepercayaan menyediakan asuransi serta berbagai jenis ansuransi lain untuk anggotanya.
  • Asisiasi Konseling Yayasan Amerika (ACAF) menawarkan dukungan keuangan untuk penelitian inovasi dan jasa dan mendorong upaya kolaborasi dalam menanggapi kebutuhan sosial.
  • Dewan Akreditasi Konseling Dan Program Pendidikan Terkait (CACREP) mengembangkan standar untuk akreditasi program konseling.
  • Dana Keprihatinan Manusia (HCF) menyediakan bantuan keuangan untuk program yang membantu mereka yang membutuhkan.
  • Dewan National Untuk Konselor Bersertifikat (NBCC) menawarkan akreditasi sebagai konselor nasional bersetifikat (NCC). Selain spesial sertifikasi yang ditawarkan dalam konseling sekolah, konseling kesehatan mental klinik dan yang di setujui oleh klinik pengawas (APSs)
  • Chi Sigma Lota memberikan pengakuan untuk prestasi keluar akademik dan layanan dalam profesi konseling.

Cabang Dan Wilayah ACA
Di samping 18 divisi dan afiliasi, ACA memiliki 56 kantor cabang, yang terdiri dari asosiasi negara, asosiasi di Amerika latin, dan asosiasi di eropa. Di samping itu, asosiasi regional yang mewakili wilayah yang luas dari negara-negara bersatu juga ada.Manfaat Keanggotaan ACA
Dengan menjadi anggota dari ACA, Anda memiliki kesempatan untuk menjadi aktif terlibat dalam satu atau lebih divisi, menerima publikasi divisi, dan terlibat dengan organisasi afiliasi yang aca sponsor. Manfaat lain yang ACA menyediakan meliputi;
1. Profesional program pembangunan, seperti konferensi dan worhshop asuhan berkelanjutan.
2. Konseling sumber daya, seperti buku, video dan kaset audio, berita elektronik, dan jurnal.
3. Bantuan komputer layanan pencarian kerja.
4. Profesional asuransi kewajiban.
5. Bantuan dalam upaya melobi di tingkat lokal, negara bagian dan nasional.
6. Jaringan dan kesempatan mentoring.
7. Berbagai program diskon dan khusus (misalnya, visa, perjalanan udara, dan sebagainya).
8. Link ke listeservs ACA untuk siswa pascasarjana, masalah konseling internasional hanya, masalah kebijakan plubik dan pendidik konselor.

  1. KARAKTERISTIK PENOLONG YANG EFEKTIF.
Karakteristik penolong yang efektif meliputi: (1) Empati (2) Keaslian, (3) Penerimaan, (4) Pikiran Terbuka, (5) Pemikiran, (6) Penyesuaian Psikologis, (7) Pembangunan Hubungan, (8) Kompetensi.
  1. Empati.
Sedangkan rogers mengartikan empati itu adalah keterampilan yang harus digunakan di seluruh hubungan konseling. Robert Kegan yang mendefinisikan lain bahwa kemampuan untuk menjadi empatik adalah keterampilan perkembangan dicapai lebih lengkap di masa dewasa dan dapat meningkatkan sebagai salah satu tumbuh tua. Dengan demikian, seorang konselor harus memiliki rasa empati untuk mebantu klien dalam pengembangan dan mendapatkan rasa saling pengertian.
  1. Keaslian.
Mengacu pada kemauan untuk menjadi otentik, terbuka, dan jujur ​​dalam membantu hubungan. Individu sering berbicara tentang pentingnya keaslian/keaslian dalam pembentukan hubungan yang sehat. Ada orang yang mewujudkan karakteristik tersebut transparan yaitu mereka yang berada tidak asli, tertutup untuk perasaan mereka dan hidup palsu.
  1. Penerimaan.
    Menjadi penerima adalah kemampuan untuk menganggap klien tanpa syarat meskipun ada perbedaan dalam warisan budaya, nilai-nilai, atau sistem kepercayaan.
  2. Pikiran Terbuka.
Terkait erat dengan kemampuan untuk menerima orang lain adalah apakah atau tidak seorang individu berpikiran terbuka atau tertutup. Konselor bisa meyakinkan klien dari sudut pandang tertentu. Sebaliknya, konselor mampu mendengarkan klien, bersama klien, dan terbuka dalam hal mengatakan apapun kepada klien.
  1. Pemikiran. (Bagian Dalam).
Orang yang terfokus mempunyai kepekaan yang besar, sadar akan konteks dimana mereka mempengaruhi kehidupannya, serta mampu memahami dunia, dan pada akhirnya mereka memiliki pengaruh yang besar atas kehidupan mereka(Langer, 2000). Orang tersebut memiliki tingkat tinggi dari dalam yaitu ; mereka percaya nasib mereka di tangan mereka sendiri, mereka pemikir bebas, serta memiliki kemampuan secara kritis mengevaluasi pendapat orang lain, dan tidak introject (menyeluruh) dari sudut pandang orang lain. Meskipun mereka memiliki pendapat yang kuat tapi mereka juga menghormati pendapat orang lain dan memikirkan bagaimana pendapat mereka dapat mempengaruhi orang lain (Lovell, 1999a, McAuliffe et al, 1998;. Neukrug & McAuliffe, 1993)
Pemikiran dari dalam cenderung berkualitas sebagai model dalam hubungan konseling , seperti banyak acara penting serta banyak atribut yang dianggap penting dalam kebudayaan Barat. Namun, orientasi tidak dapat dihargai oleh klien dari budaya yang tidak memiliki ketergantungan pada diri sendiri (Pederson, 2000; sue, 1978; yutrzenka, 1995).
  1. Penyesuaian Psikologis.
Keterlibatan dalam proses terapi membawa titik balik dalam penyakit & pergeseran radikal dalam kehidupan pribadi, sebagai terapi sendiri, sekarang tahu bagaimana klien mengambil langkah ini untuk jujur & penuh kasih , mengevaluasi apa yang mereka rasakan & siapa mereka?(Remen, May,Young ,& Berland, 1985,p.89)
Dengan penelitian yang menunjukkan bahwa seorang konselor baik , disesuaikan memiliki klien yang lebih baik dari konselor (Lembert & Bergin, 1983. Pertama dapat membantu konselor yang berurusan dengannya atau kesulitan pribadinya sendiri. Kedua, konselor dapat memperoleh rasa. Ketiga, memungkinkan konselor untuk mengidentifikasi dan berempati dengan pengalaman duduk di kursi klien. Keempat, terapi pribadi menghasilkan wawasan diri, yang memiliki pengaruh positif pada hubungan konseling. Akhirnya, hal ini membantu untuk mencegah kontrofersi.
  1. Pembangunan Hubungan.
Hubungan antara konselor dan klien merupakan faktor yang paling signifikan dalam menciptakan perubahan klien (safran & Muran, 2000; sexton & Whiston, 1991; Whiston & coker, 2000). Gelso dan carter (1994) menyatakan bahwa "aliansi kerja" adalah hubungan klien yang menyajikan dan meluruskan egonya demi hubungan konseling dan bagaimana ego klien yang tidak bergabung dengan "terapi konselor atau ego "(p.296). seperti erat kaitannya dengan kemampuan klien dan konselor untuk membangun ikatan emosional dan bekerja pada penetapan tujuan. 8. Kompetensi.
Keahlian konselor telah terbukti menjadi elemen penting untuk keberhasilan klien dalam konseling (Whiston & coker, 2000), dan kompetensi yang dirasakan telah konsisten dipilih oleh terapis sebagai faktor yang paling penting dalam memilih terapis (Grunebaum, 1983, neukrug & williams, Milliken, 2001; norcross et al, 1988). Sehingga tidak mengherankan bahwa menjadi kompeten adalah karakteristik akhir yang dipilih penting bagi konselor untuk merangkul. Konselor yang kompeten memiliki haus akan pengetahuan. Mereka ingin memeriksa tren terbaru, pendekatan terbaru, untuk berada di ujung tombak lapangan. Kemampuan mereka untuk melihat pendekatan mereka sendiri untuk bekerja dengan klien sebagai sesuatu yang selalu memperluas dan memperdalam. Misalnya, pedoman ACA pada tujuh bidang kompetensi, termasuk (1) berlatih dalam batas seseorang kompetensi, (2) atau berlatih hanya di daerah khusus seseorang, (3) menerima pekerjaan hanya untuk posisi untuk mana yang memenuhi syarat, (4) efektifitas pemantauan seseorang, (5) mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan orang lain, (6) menjaga saat ini dengan menghadiri kegiatan pendidikan berkelanjutan, dan (7) refrainining dari menawarkan jasa ketika secara fisik atau emosional terganggu (ACA, 1995a, Standar C). Jadi yang kompeten adalah tanggung jawab profesional kami dan mengharuskan bahwa kita melanjutkan proses belajar throughtout hidup kita.
Delapan karakteristik (1) empati, (2) keaslian, (3) penerimaan, (4) keterbukaan pikiran, (5) kesadaran, (6) penyesuaian psikologis (7) membangun hubungan, dan (8) kompetensi adalah kualitas yang yang konselor afektif harus berusaha. Jika ada beberapa dari kita sudah ada di sana. Kemungkinan besar, masing-masing kualitas ini dapat dipelihara dan dikembangkan saat kami berjalan menyusuri jalan yang unik dalam hidup.

  • Konselor yang efektif : Perspektif Pembangunan Konstruktif.
    Apa yang memungkinkan seorang konselor untuk mewujudkan kualitas konselor efektif sementara konselor lain tampaknya berjuang panjang? Kedua teori menyimpulkan bahwa, dengan celah tertentu dalam kehidupan, pandangan orang dewasa di dunia akan berubah dalam mode diprediksi, dari beton, pemikiran yang kaku terhadap abstrak, lebih fleksibel, "relativistik" berpikir.
Penelitian terbaru tentang perkembangan kognitif orang dewasa tampaknya untuk mendukung beberapa hipotesis Kegan sebagai menunjukkan bahwa individu pada tahapan yang lebih tinggi cenderung lebih empatik dan berpikiran terbuka, memiliki lebih dari internal locus of control dan memiliki haus knowledg. Artinya, mereka merangkul banyak karakteristik konselor yang efektif dicatat sebelumnya (Benack, 1988; Bowman & Reeves, 1987, McAuliffe et al, 1998;. Neukrug & McAuliffe, 1933, reeves, Bowman & cooley, 1989, widick, 1977)
Karena teori konstruktivis adalah pembangunan, menyatakan bahwa semua individu mampu pindah ke tingkat yang lebih tinggi pembangunan jika ditempatkan dalam hurturing dan thatis lingkungan yang mendukung menantang untuk pandangan individu di dunia.

  1. MASALAH MULTICULTURAL.
    Tanggung Jawab Profesi Membantu Klien Minoritas.

    Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa klien dari latar belakang, menghadiri konseling pada tingkat lebih rendah, mengakhiri konseling lebih cepat. Dengan jumlah yang relatif kecil dari konselor minoritas bersama dengan pelatihan yang lebih baik dalam konseling multikultural sangat penting, jika klien beragam budaya yang merasa nyaman mencari dan menindaklanjuti dalam konseling kepada konselor.
Panggilan Untuk Profesi: Masuknya Multikulturalisme.
Identitas kita sebagai profesi telah lama didasarkan pada model Barat / Eropa yang merangkul nilai-nilai dan keyakinan nilai-nilai dan keyakinan dari klien minoritas. Jika konseling menjadi profesi kesempatan yang sama, konselor harus lulus dari program pelatihan dengan lebih dari keinginan untuk membantu semua orang. Dengan mengetahui siapa diri kita, kita juga memiliki rasa yang jelas tentang siapa kita. Ini adalah melalui identitas kita bahwa kita mampu mendefinisikan litaits kita, tahu kapan saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan rekan-rekan, dan mengenali ketika kita harus mengacu pada profesional lainnya.
  1. ETIKA, PROFESIONAL DAN MASALAH LEGAL.
Mengetahui siapa kita dan hubungan kami untuk kelompok profesional lainnya.
Masalah dalam konsultasi : konselor mengambil langkah-langkah yang wajar untuk berkonsultasi dengan konselor lain atau profesional terkait ketika mereka memiliki pertanyaan tentang kewajiban etis mereka atau praktek profesional .
Ketidakmampuan untuk membantu klien : jika konselor menentukan ketidakmampuan untuk menjadi bantuan profesional kepada klien, mereka menghindari memasuki atau segera mengakhiri hubungan konseling. Konselor memiliki pengetahuan pertarungan sumber rujukan dan menyarankan alternatif yang tepat .

Gangguan mental yang profesional sehat.
Semua profesional kesehatan mental memiliki tanggung jawab untuk menyadari tekanan dan tekanan yang menimpa pada hidup mereka dan bagaimana bisa mempengaruhi hubungan mereka dengan klien. Seorang profesional yang tidak menghadiri bantuan sendiri mungkin tidak efektif dalam hubungan konseling. Ketidakmampuan ini bukan hanya tidak etis, tetapi dapat menyebabkan gugatan malpraktik.

Konselor Dalam Proses: Terapi Individu Dan Sebuah Pengalaman Pertumbuhan Terkait.
Dengan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental dari konselor cenderung menjadi elemen penting untuk klien, perbaikan akan terlihat penting bahwa konselor merangkul gagasan dalam konseling mereka sendiri. Berada dalam konseling sendiri memberi konselor "merasa" untuk apa yang ingin menjadi klien, kesempatan untuk belajar dari suatu model dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman tangan struktur, format, dan batas-batas dari hubungan konseling.
AB III
PENUTUP

  1. KESIMPULAN.
Dalam bab ini kelompok kami berusaha untuk mendefinisikan kata yang sulit dipahami konseling yang membedakan antara kata konseling, bimbingan dan psikoterapi. Kami kemudian membandingkan beberapa pelatihan, peran dan fungsi konselor, psikolog, psikiater, pekerja sosial dan perawat psikiater. Selain itu, kami juga mengidentifikasi beberapa manfaat dari asosiasi profesi, menyoroti amerika konseling asosiasi (ACA) dan mengidentifikasi beberapa asosiasi profesi terkait. Dalam bab ini kita membahas pentingnya sejumlah isu etika, termasuk berlatih di daerah seseorang, kompetensi, pentingnya konsultasi dengan professional lain, dan pentingnya mengakhiri atau merujuk klien ketika seseorang tidak mampu bekerja secara efektif dengan mereka. Akhirnya, kita membahas pentingnya berada di terapi kita sendiri dan atau menyediakan diri dengan pengalaman pertumbuhan yang bisa meningkatkan kesehatan mental kita sendiri serta halth mental klien kami. Kami menyimpulkan dengan mencatat bagaimana pertumbuhan pribadi kita sendiri adalah proses seumur hidup.

  1. SARAN.
Berdasarkan pembahasan, saran dari kami adalah sebagai berikut :
  1. Sebaiknya pemerintah menempatkan seorang konselor pada daerah yang tertinggal atau yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah.
  2. Sebaiknya konselor bisa membantu para konseli dengan pelayanan yang baik dan nyaman sehingga konseli bisa segera menyelesaikan masalahnya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar