DAFTAR ISI
Cover
...................................................... 1
Kata
Pengantar ...................................................... 2
Daftar
Isi ...................................................... 3
BAB I :
PENDAHULUAN
- Latar Belakang .................................... 4
- Rumusan Masalah ...................................... 5
- Tujuan ...................................... 5
- Manfaat ...................................... 6
BAB II :
PEMBAHASAN
- Pengertian Konseling ........................ 7
- Pengertian Konselor ......................... 7
- Perbedaan Antara Bimbingan, Konseling
Dan
Psikoterapi ......................... 8
- Perbedaan Antara Profesi Konselor Dengan Profesi Kesehatan Mental Lainya .......................... 9
- Karakteristik Penolong Yang Efektif ............. 17
- Masalah Multicultural .......................... 21
- Etika, Profesional Dan Masalah Legal ............ 22
BAB III : PENUTUP
- Kesimpulan ................................................ 24
- Saran ................................................ 24
DAFTAR
PUSTAKA .............................................. 25
BAB
I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG.
Konseling
bukanlah konsep yang mudah untuk di definisikan. Untuk satu hal,
konseling adalah istilah yang digunakan secara berlebihan atau banyak
di gunakan, contohnya kita memiliki konselor keuangan, konselor
ketenagakerjaan, konselor perkemahan dan lain-lain. Dengan berbagai
macam seperti itu, apa bisa macam-macam praktek tersebut di bilang
sama?
Faktanya...
.Mereka memiliki judul kesamaan dengan praktek interpersonal/
intrapersonal konseling.(Hackney & Cormier, 2001.p.2)
Ketika
saya marah-marah sebagai seorang anak, ibu saya berkata, "Saya
tidak mengerti, mengapa kamu marah-marah, mungkin saya harus membawa
kamu bertemu dengan seorang konselor”. Ancaman ini mengisyaratkan
bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya, tetapi juga menunjukkan
cintanya untukku dan keinginan yang mendalam untuk memahami dan
membantu saya.
Saya sering bertanya-tanya bagaimana rasanya jika bertemu dengan seorang konselor. Ini bukanlah hal baik, jika ibu saya menggunakan konselor sebagai ancaman, saya berfikir. Di sisi lain, mungkin konseling akan menjadi tempat, di mana aku bisa berbicara dengan seseorang yang mengerti saya, seseorang yang bisa memahami suasana hati saya, menjadikan suasana hati saya menjadi normal, saya masih belum bisa mendefinisikan yang jelek atau jenis yang luar biasa. Mungkin melihat seorang konselor akan baik-baik saja. Nyatanya, seorang konselor akan mengatakan dia normal !! Tapi yang sebenarnya yang di lakukan oleh konselor itu apa, aku bertanya-tanya?
Untungnya, selama setahun aku punya kesempatan untuk berada di konseling. Dan ironi dari semua ironis, saya menjadi seorang konselor. Yah, mungkin ibu ku berintuisi(berdasarkan kemauan) beliau awal, bahwa saya akan erat dan terlibat dalam konseling dalam satu atau lain cara !!
Bab ini membahas tentang siapa konselor dan apa yang dimaksud konseling itu. Saya akan mencoba untuk mendefinisikan kata konseling dan membedakannya dari kata-kata terkait seperti bimbingan dan psikoterapi. Saya juga akan membandingkan dan memberikan perbedaan yang nyata antara seorang konselor dengan konselor profesi kesehatan mental lainnya. Berikutnya, saya akan menilai beberapa karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
Seperti yang kita bahas pada bab ini, kita akan menguji perbedaan asosiasi professional di lapangan, dengan penekanan khusus pada Organisasi Konseling Amerika (ACA), organisasi yang melayani konselor. Saya akan menyimpulkan bab ini dengan menyoroti pentingnya isu multikultural di bidang konseling dan berfokus pada isu etika, profesional dan hukum yang berkaitan dengan identitas kita sebagai konselor.
Saya sering bertanya-tanya bagaimana rasanya jika bertemu dengan seorang konselor. Ini bukanlah hal baik, jika ibu saya menggunakan konselor sebagai ancaman, saya berfikir. Di sisi lain, mungkin konseling akan menjadi tempat, di mana aku bisa berbicara dengan seseorang yang mengerti saya, seseorang yang bisa memahami suasana hati saya, menjadikan suasana hati saya menjadi normal, saya masih belum bisa mendefinisikan yang jelek atau jenis yang luar biasa. Mungkin melihat seorang konselor akan baik-baik saja. Nyatanya, seorang konselor akan mengatakan dia normal !! Tapi yang sebenarnya yang di lakukan oleh konselor itu apa, aku bertanya-tanya?
Untungnya, selama setahun aku punya kesempatan untuk berada di konseling. Dan ironi dari semua ironis, saya menjadi seorang konselor. Yah, mungkin ibu ku berintuisi(berdasarkan kemauan) beliau awal, bahwa saya akan erat dan terlibat dalam konseling dalam satu atau lain cara !!
Bab ini membahas tentang siapa konselor dan apa yang dimaksud konseling itu. Saya akan mencoba untuk mendefinisikan kata konseling dan membedakannya dari kata-kata terkait seperti bimbingan dan psikoterapi. Saya juga akan membandingkan dan memberikan perbedaan yang nyata antara seorang konselor dengan konselor profesi kesehatan mental lainnya. Berikutnya, saya akan menilai beberapa karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
Seperti yang kita bahas pada bab ini, kita akan menguji perbedaan asosiasi professional di lapangan, dengan penekanan khusus pada Organisasi Konseling Amerika (ACA), organisasi yang melayani konselor. Saya akan menyimpulkan bab ini dengan menyoroti pentingnya isu multikultural di bidang konseling dan berfokus pada isu etika, profesional dan hukum yang berkaitan dengan identitas kita sebagai konselor.
- RUMUSAN MASALAH
Dari
latar belakang di atas maka dapat di rumuskan sebagai berikut:
- Apa yang di maksud dengan konseling itu?
- Siapa itu konselor?
- Perbedaan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi?
- Perbedaan antara profesi konselor dengan profesi kesehatan mental?
- Karakteristik apa saja yang berhubungan dengan bantuan yang efektif?
- Apa itu isu multikultural di bidang konseling?
- Apa yang di maksud dengan isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor?
- TUJUAN.
Setelah
mendiskusikan materi bab ini, maka kami dapat memperoleh beberapa
tujuan sebagai berikut:
- Dapat mengetahui definisi tentang konseling.
- Dapat mengetahui siapa konselor dan tugasnya.
- Dapat membedakan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi.
- Dapat mengenal lebih jauh macam-macam konselor kesehatan lainnya.
- Dapat mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
- Dapat mengetahui tentang isu multikultural di bidang konseling.
- Dapat mengetahui tentang isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor.
- MANFAAT.
Setelah mengetahui
tujuan dalam materi ini, kami memperoleh manfaat yang banyak, antara
lain:
- Agar kita dapat mengetahui definisi tentang konseling lebih jelas.
- Agar kita dapat mengetahui siapa konselor itu dan apa saja tugas konselor itu.
- Agar kita dapat membedakan antara kata bimbingan, konseling dan psikoterapi.
- Agar kita dapat mengenal lebih jauh macam-macam konselor kesehatan lainnya.
- Agar kita dapat mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan bantuan yang efektif.
- Agar kita dapat mengetahui tentang isu multikultural di bidang konseling.
- Agar kita dapat mengetahui tentang isu etika, profesional, dan hukum pada identitas konselor.
BAB
II
PEMBAHASAN
- PENGERTIAN KONSELING.
Konseling di ambil
dari bahasa latin “consilium” artinya dengan
atau
bersama
yang di rangkai dengan memahami
atau menerima.
Sedangkan dalam bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari
“sellan” artinya menyerahkan
atatu menyampaikan. Istilah
konseling juga merupakan terjemahan dari kata counseling yang
mempunyai arti nasihat,
anjuran,
pembicaraan. Konseling
di desain untuk menolong klien untuk memahami dan menjelaskan
pandangan mereka terhadap kehidupan dan membantu mencapai tujuan
penentuan diri mereka melalui pilihan yang telah di informasikan
dengan baik serta bermakna bagi mereka dan melalui pemecahan masalah
emosional karakter interpersonal. Jadi
dapat di simpulkan konseling
itu adalah suatu
proses pemberian pemahaman, nasehat, anjuran kepada klien (konseli)
oleh konselor bertujuan agar konseli bisa menyelesaikan masalahnya
sendiri dan konselor hanya sebagai jembatan dalam permasalahan
konseli. Dan konseli yang akan memilih jalan yang mana yang ingin di
gunakan.
- PENGERTIAN KONSELOR.
Konselor
adalah seorang
yang memiliki keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang
pendidikan minimal S1 dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
(PPB), prodi Bimbingan Konseling (BK) atau bimbingan penyuluhan(BP).
Konselor juga bisa di artikan sebagai orang yang menyampaikan
konseling kepada konseli.
Konselor dapat
ditemukan dalam berbagai berbagai peran. Pelatihan konseling begitu
luas dan kita menemukan konseling individu dan konseling kelompok
yang menyajikan perkembangan sesuai untuk individu dari segala usia.
Peran
konselor cenderung dalam orientasi profesional yang membantu
hubungan, kerja kelompok, pertumbuhan dan perkembangan manusia,
sosial dan budaya, karir dan gaya hidup pengembangan, penilaian dan
penelitian dan evaluasi program.
Selain mata kuliah ini, konselor pada umumnya memiliki program kerja
di daerah khusus konseling, serta pengetahuan dan keterampilan khusus
daerah itu.
- PERBEDAAN ANTARA KONSELING, BIMBINGAN DAN PSIKOTERAPI.
Variasi Dalam Tema
Yang Sama?
Dalam, gelap,
rahasia, seksual, sadar, sakit, tersembunyi, jangka panjang,
rekonstruksi. Ini adalah beberapa kata bebas saya, ketika saya
memikirkan kata Psikoterapi.
Jangka pendek, disini dan sekarang, perubahan, pemecahan masalah,
mendengarkan, dan kesadaran, datang di pikiran saya ketika di kaitkan
dengan kata Konseling.
Dan terakhir, saran, arahan, muncul ke permukaan, advokasi, dan
mendukung adalah kata-kata yang saya pikirkan ketika saya
mengasosiasikan dengan kata Bimbingan.
Apakah bimbingan, konseling, dan psikoterapi itu memiliki perbedaan
satu sama lain dan apa yang dilakukan konselor terhadap bimbingan,
konseling atau psikoterapi?
Selama
bertahun-tahun sudah memiliki definisi tentang konseling
yang
berpendapat
pada suatu
pemikiran dari sebuah masalah dan pendekatan rasional untuk membantu
orang normal.
(Williamson,
1950:1958).
Konseling
juga dapat di artikan suatu
proses pemberian pemahaman, nasehat, anjuran kepada klien (konseli)
oleh konselor bertujuan agar konseli bisa menyelesaikan masalahnya
sendiri dan konselor hanya sebagai jembatan dalam permasalahan
konseli. Dan konseli yang akan memilih jalan yang mana yang ingin di
gunakan.
Definisi umum
berlanjut sampai abad ke-20 ketika konselor bimbingan kejuruan
menggunakan kata bimbingan
yaitu
untuk
menggambarkan tindakan kepada seorang individu dan menjadi sebuah
saran untuk keterampilan hidup.
Sementara itu, dengan perkembangan psiko-analisis menjelang akhir
abad ke-19. Datang kata
psikoterapi
yang artinya "merawat
jiwa",
berarti suatu
tindakan atau proses untuk menyembuhkan atau merawat jiea seseorang.
Intinya
bimbingan adalah suatu pengarahan kepada orang lain agar orang
tersebut bisa terampil di dalam kehidupan (orang tersebut belum punya
masalah). Sedangkan konseling adalah suatu pemikiran yang di
ungkapkan sebagai masalah yang di alami orang lain (orang tersebut
sudah memiliki masalah kemudian di beri pengarahan). Psikoterapi
adalah proses menyembuhkan atau merawat jiwa orang lain (orang
tersebut akan di bantu lebih mendalam dengan masalah yang ada).
- PERBEDAAN ANTARA PROFESI KONSELOR DENGAN PROFESI KESEHATAN MENTAL LAINYA.
Saat
ini program konseling di tingkat master akan menawarkan di daerah
khusus seperti yang diakui oleh Dewan
Akreditasi Konseling Dan Program Pendidikan Terkait (CACREP).
Ini termasuk komunitas konseling sekolah,
konseling
kesatuan,
konseling perguruan tinggi, konseling kesehatan mental, konseling
karir, konseling Gerontological, urusan siswa dan pasangan perkawinan
dan konseling keluarga/terapi.
Berikut
ini adalah deskripsi singkat dari beberapa daerah konselor lebih
umum.
- Konselor Sekolah. Konselor sekolah harus memiliki gelar master dalam konseling dan spesialisasi dalam konseling sekolah. Beberapa konselor sekolah mendapatkan tugas pada tingkat SD, SMP dan SMA, sementara di negara-negara lain ada pada tingkat TK sampai kelas 12. Dalam beberapa tahun terakhir telah ada program pelatihan profesional, perkumpulan profesi, dan banyak di lapangan untuk menggantikan guru pembimbing dengan konselor sekolah.(Hoyt,1993). Organisasi Profesi Konselor Sekolah adalah sekolah konselor sekolah di Amerika (ASCA). Yang merupakan divisi dari ACA.
- Konselor Kesehatan Mental, Lembaga Konseling Dan Konselor Masyarakat.
Konselor
harus
memiliki
gelar master dalam konseling dan spesialisasi dalam konseling
kesehatan mental, penyuluhan masyarakat atau lembaga konseling.
Konseling
masyarakat dengan konseling kesehatan mental keduanya membutuhkan
pelatihan yang lebih luas, individu dengan gelar ini umumnya bekerja
pada instansi atau dalam praktek swasta melakukan konseling dan
psikoterapi. Di amerika terdapat Perkumpulan Konselor Kesehatan
Mental (AMHCA).
Yang mana merupakan divisi dari ACA.
- Konselor Perguruan Tinggi Dan Konselor Dalam Urusan Praktek Mahasiswa.
Konselor juga dapat bekerja dalam bidang pendidikan tinggi, termasuk pusat konseling perguruan tinggi, pusat kehidupan karir tertinggal, pusat krisis perguruan tinggi dan sebagainya. Biasanya konselor akan mengambil pekerjaan khusus dalam pengembangan mahasiswa. Pokok organisasi profesional memasukkan konselor pada Perkumpulan Perguruan Personel Amerika (ACPA) dan Perkumpulan Perguruan Tinggi Konseling Amerika (ACCA), yang mana merupakan divisi dari ACA. Sedangkan fokus utama ACPA adalah administrasi dari layanan mahasiswa, ACCA cenderung lebih berkonsentrasi pada konseling masalah dalam pengaturan perguruan tinggi. Kedua organisasi ini menawarkan layanan penting bagi konselor yang bekerja dalam pengaturan pendidikan tinggi. - Konselor Rehabilitasi.
Konselor rehabilitas menawarkan berbagai layanan secara fisik, emosional dan perkembangan. Dewan Rehabilitasi Pendidikan (CORE) adalah badan akreditasi untuk program konseling rehabilitasi. Program rehabilitasi mencakup pekerjaan kursus kejuruan antara lain evaluasi, analisis kerja, aspek medis, psikososial kecacatan, masalah hukum dan etika dalam rehabilitasi, dan sejarah konseling rehabilitasi. - Pernikahan, Pasangan Dan Konselor Keluarga.
Konseling dalam
pernikahan,
pasangan, dan keluarga: konselor secara khusus dilatih untuk bekerja
dengan sistem dan dapat ditemukan dalam deretan yang luas dari
pengaturan lembaga dan dalam praktek swasta. Konselor di sini
cenderung memiliki spesialisasi kerja kursus dalam sistem dinamika,
terapi keluarga, tahapan kehidupan keluarga, dan seksualitas manusia,
bersama dengan program kerja yang lebih tradisional dalam profesi
membantu. Asosiasi Amerika untuk Pernikahan dan Terapi Keluarga
(AAMFT) adalah salah satu asosiasi profesional untuk konselor
perkawinan dan keluarga seperti Asosiasi Internasional Konselor
Perkawinan dan Keluarga (IAMFC), sebuah divisi dari ACA. Organisasi
ini bertujuan membantu para profesional dengan derajat yang terkait
(misalnya konseling, kerja sosial, psikologi), juga untuk berlatih
konseling perkawinan dan keluarga.
- Psikolog.
Ada berbagai jenis
psikolog yang berpraktik di berbagai pengaturan termasuk lembaga,
praktek swasta, organisasi pemeliharaan kesehatan, universitas,
bisnis, industri penjara dan sekolah. Psikolog sering ditemukan pada
pengadministrasian badan, konsultasi dengan bisnis dan industri, atau
dalam peran pengawasan untuk semua jenis profesional kesehatan
mental. Umumnya, psikolog memiliki gelar sarjana maju dalam
psikologi, biasanya doktor, pascasarjana sekolah supervisi, dan telah
lulus ujian lisensi negara.
Ada juga organisasi
profesi psikolog di amerika yaitu American Psychological Association
(APA).
- Psikolog Klinis.
Psikolog klinis
memiliki latar belakang yang kuat dalam ilmu pengetahuan, teori dan
praktek, yang memungkinkan mereka untuk mengurangi ketidakmampuan dan
mempromosikan kesejahteraan psikologi. Untuk mendapatkan lisensi
sebagai psikolog aclinical, seseorang harus lulus dari program doktor
di APA terakreditasi psychologyand klinis juga melengkapi persyaratan
tambahan diidentifikasi oleh dewan lisensi negara.
- Psikolog Konseling.
Secara historis,
konseling psikologi memiliki pekerjaan lebih dengan populasi relatif
sehat dibandingkan dengan kerja psikolog klinis dengan populasi
relatif terganggu. Sama seperti psikolog klinis, untuk menjadi
seorang konseling psikologi seseorang harus memperoleh gelar doktor
dari APA disetujui program dan persyaratan tambahan lengkap seperti
yang diidentifikasi oleh dewan lisensi negara.
- Psikolog Sekolah.
Psikolog Sekolah
harus memiliki minimal gelar master di bidang psikologi sekolah dan
di lisensikan oleh dewan negara pendidikan, dengan minat utama mereka
terfokus pada anak-anak, keluarga dan proses pendidikan. Karena
pelatihan psikolog sekolah cenderung dalam pengujian, pembangunan
manusia, atau perubahan sistem (Todd & Bohart, 1999). Psikolog
sekolah biasanya tidak diizinkan oleh negara untuk melakukan
konseling dan psikoterapi. Para profesi untuk Psikolog Sekolah masuk
dalam organisasi National Association Of Psikolog Sekolah (NASP).
- Psikiater.
Psikiater adalah
seorang dokter berlisensi yang umumnya telah menyelesaikan residensi
di psikiater, yang berarti bahwa selain sekolah kedokteran, ia telah
menyelesaikan pelatihan lapangan penempatan yang luas dalam
pengaturan kesehatan mental. Psikiater bekerja di lembaga kesehatan
mental, rumah sakit, pengaturan praktek swasta, dan organisasi
pemeliharaan kesehatan. Asosiasi profesional untuk psikiater disebut
American Psychiatric Association (APA).
- Pekerja Sosial.
Meskipun pekerja
sosial telah ditemukan bekerja dengan kaum tertindas dan dengan
sistem keluarga dan sosial, saat ini pekerja sosial memberikan
konseling dan psikoterapi untuk semua jenis klien di berbagai
pengaturan,termasuk layanan kesejahteraan anak. Dengan pelatihan
tambahan dan pengawasan, pekerja sosial dapat menjadi nasional
disertifikasi oleh Akademi Pekerja Sosial Bersertifikat (ACSW).
Selain itu, kebanyakan negara memiliki persyaratan khusus untuk
menjadi Pekerja Sosial Izin Klinis (LCSW). Asosiasi profesional bagi
pekerja sosial dalam Asosiasi Nasional Pekerja Sosial (NASW)
- Perawat Psikiater.
Kebanyakan perawat
jiwa bekerja di rumah sakit dengan angka yang lebih rendah bekerja di
lembaga masyarakat, praktek swasta, atau pengaturan pendidikan.
Perawat kejiwaan dapat ditemukan dalam sejumlah peran, termasuk
praktisi perawat, perawat klinis spesialis, perawat kepala, pendidik,
administrator, direktur keperawatan, peneliti, perawat staf, terapis,
dan konsultan (Apna, 2002). Asosiasi profesional perawat jiwa adalah
American Psychiatric Nurses Association (Apna).
- Psikoanalisa.
Psikoanalisis
dilatih dalam Psikoanalisis Freudian dari sejumlah lembaga
psikoanalitik. Meskipun Assiciation Psikoanalisis Amerika (APsaA),
asosiasi profesional dari psikoanalis dari sejumlah lembaga
psikoanalitik. Psikoanalisa memiliki lisensi dalam bidang kesehatan
mental (misalnya psikiater, psikolog, berlisensi profesional
konselor, pekerja sosial berlisensi klinis.
- Psikoterapis.
Karena kata
psikoterapis tidak terkait dengan bidang tertentu dari praktik
kesehatan mental. Praktek psikoterapi umumnya terbatas pada
orang-orang yang berlisensi profesional kesehatan mental di dalam
setiap negara.
- Profesional Asosiasi dalam Pelayanan Sosial.
Dalam
rangka untuk melindungi hak-hak anggota mereka sebagai metode
mendukung keyakinan filosofis para profesional pelayanan sosial
dibahas dengan adanya layanan sebagai berikut :
- Menyediakan akses ke asuransi malpraktik.
- Hire pelobi untuk melindungi kepentingan keanggotaan.
- Menyediakan newsletter dan jurnal untuk membahas topik yang menarik bagi keanggotaan.
- Memberikan kesempatan untuk mentoring dan jaringan.
- Memberikan kode etik dan standar untuk praktek.
- Menyediakan bank job.
organisasi.
- Assosiasi Konseling Amerika.
Awal Assosiasi
Konseling Amerika
(ACA) dapat ditelusuri kembali pada tahun 1913 dengan berdirinya
Asosiasi Bimbingan Kejuruan Nasional (NVGA). Setelah banyak nama dan
perubahan stuktural selama bertahun-tahun, ACA hari ini adalah
assosiasi konseling terbesar di dunia. Dengan anggota 55.000.
Organisasi ini sebagai payung yang melayani kebutuhan semua jenis
konselor untuk "meningkatkan kualitas hidup dalam masyarakat
dengan mempromosikan pengembangan konselor profesional, memajukan
profesi konseling, dan menggunakan profesi dan praktek konseling
untuk mempromosikan penghormatan terhadap martabat manusia dan
keragama”.
- Divisi dari (ACA).
ACA saat ini mensponsori 17 Divisi dan afiliasi organisasi. Semua divisi dan afiliasi mempertahankan surat terbaru dan sebagian menerbitkan jurnal. Antara lain :
- Asosiasi untuk penilaian dalam konseling.
jurnal: pengukuran. dan evaluasi dalam konseling dan pengembangan - Asosiasi untuk pembangunan dewasa dan penuaan.
jurnal: masa dewasa - Amerika kuliah konseling asosiasi.
jurnal: jurnal konseling perguruan. - Berserikat bagi konselor dan pendidikan di governmet
jurnal: none diterbitkan. - Berserikat bagi konselor asuhan dan pengawasan
jurnal: konselor pendidikan dan supervisi. - Berserikat bagi isu-isu gay, lesbian dan bisexualll dalam konseling
jurnal: none diterbitkan. - Asosiasi untuk konseling multikultural dan pengembangan
jurnal jurnal pengembangan counselingand multikultural. - Amerika konselor kesehatan mental asosiasi
jurnal: jurnal konseling kesehatan mental. - Amerika rehabilitasi konseling asosiasi
jurnal: rehabilitasi buletin cunseling. - Amerika konselor sekolah asosiasi.
jurnal: konseling sekolah profesional. - Berserikat bagi spiritual, nilai-nilai etika dan agama dalam konseling.
jurnal: konseling dan nilai-nilai. - Konseling asosiasi untuk pendidikan humanistik dan pengembangan.
jurnal, jurnal pendidikan humanistik konseling dan delopment. - Konselor untuk keadilan sosial.
jurnal: none diterbitkan. - Internasional asosiasi konselor kecanduan dan pelaku.
jurnal, jurnal kecanduan dan konseling pelaku internasional. - Asosiasi asosiasi marrige dan konselor keluarga.
jurnal, jurnal keluarga: konseling dan terapi untuk pasangan dan keluarga. - Nasional pengembangan karir asosiasi.
jurnal: pada triwulan pengembangan karir. - Nasional kerja konseling asosiasi.
jurnal: jurnal konseling kerja.
Asosiasi
Terkait Dengan (ACA).
ACA adalah sebuah sponsor jumlah afiliasi dan organisasi yang berkontribusi dengan perbaikan kepada profesi konseling dengan cara yang unik. Sebuah deskripsi singkat mereka:
ACA adalah sebuah sponsor jumlah afiliasi dan organisasi yang berkontribusi dengan perbaikan kepada profesi konseling dengan cara yang unik. Sebuah deskripsi singkat mereka:
- ACA asuransi kepercayaan menyediakan asuransi serta berbagai jenis ansuransi lain untuk anggotanya.
- Asisiasi Konseling Yayasan Amerika (ACAF) menawarkan dukungan keuangan untuk penelitian inovasi dan jasa dan mendorong upaya kolaborasi dalam menanggapi kebutuhan sosial.
- Dewan Akreditasi Konseling Dan Program Pendidikan Terkait (CACREP) mengembangkan standar untuk akreditasi program konseling.
- Dana Keprihatinan Manusia (HCF) menyediakan bantuan keuangan untuk program yang membantu mereka yang membutuhkan.
- Dewan National Untuk Konselor Bersertifikat (NBCC) menawarkan akreditasi sebagai konselor nasional bersetifikat (NCC). Selain spesial sertifikasi yang ditawarkan dalam konseling sekolah, konseling kesehatan mental klinik dan yang di setujui oleh klinik pengawas (APSs)
- Chi Sigma Lota memberikan pengakuan untuk prestasi keluar akademik dan layanan dalam profesi konseling.
Cabang
Dan Wilayah ACA
Di
samping 18 divisi dan afiliasi, ACA memiliki 56 kantor cabang, yang
terdiri dari asosiasi negara, asosiasi di Amerika latin, dan asosiasi
di eropa. Di samping itu, asosiasi regional yang mewakili wilayah
yang luas dari negara-negara bersatu juga ada.Manfaat
Keanggotaan ACA
Dengan menjadi anggota dari ACA, Anda memiliki kesempatan untuk menjadi aktif terlibat dalam satu atau lebih divisi, menerima publikasi divisi, dan terlibat dengan organisasi afiliasi yang aca sponsor. Manfaat lain yang ACA menyediakan meliputi;
1. Profesional program pembangunan, seperti konferensi dan worhshop asuhan berkelanjutan.
Dengan menjadi anggota dari ACA, Anda memiliki kesempatan untuk menjadi aktif terlibat dalam satu atau lebih divisi, menerima publikasi divisi, dan terlibat dengan organisasi afiliasi yang aca sponsor. Manfaat lain yang ACA menyediakan meliputi;
1. Profesional program pembangunan, seperti konferensi dan worhshop asuhan berkelanjutan.
2.
Konseling sumber daya, seperti buku, video dan kaset audio, berita
elektronik, dan jurnal.
3.
Bantuan komputer layanan pencarian kerja.
4.
Profesional asuransi kewajiban.
5.
Bantuan dalam upaya melobi di tingkat lokal, negara bagian dan
nasional.
6.
Jaringan dan kesempatan mentoring.
7.
Berbagai program diskon dan khusus (misalnya, visa, perjalanan udara,
dan sebagainya).
8.
Link ke listeservs ACA untuk siswa pascasarjana, masalah konseling
internasional hanya, masalah kebijakan plubik dan pendidik konselor.
- KARAKTERISTIK PENOLONG YANG EFEKTIF.
Karakteristik
penolong yang efektif meliputi: (1) Empati (2) Keaslian, (3)
Penerimaan, (4) Pikiran Terbuka, (5) Pemikiran, (6) Penyesuaian
Psikologis, (7) Pembangunan Hubungan, (8) Kompetensi.
- Empati.
Sedangkan rogers
mengartikan empati itu adalah keterampilan yang harus digunakan di
seluruh hubungan konseling. Robert Kegan yang
mendefinisikan lain bahwa kemampuan untuk menjadi empatik adalah
keterampilan perkembangan dicapai lebih lengkap di masa dewasa dan
dapat meningkatkan sebagai salah satu tumbuh tua. Dengan
demikian, seorang konselor harus memiliki rasa empati untuk mebantu
klien dalam pengembangan dan mendapatkan rasa saling pengertian.
- Keaslian.
Mengacu pada
kemauan untuk menjadi otentik, terbuka, dan jujur dalam
membantu hubungan. Individu sering berbicara tentang pentingnya
keaslian/keaslian dalam pembentukan hubungan yang sehat. Ada orang
yang mewujudkan karakteristik tersebut transparan yaitu mereka yang
berada tidak asli, tertutup untuk perasaan mereka dan hidup palsu.
- Penerimaan.
Menjadi penerima adalah kemampuan untuk menganggap klien tanpa syarat meskipun ada perbedaan dalam warisan budaya, nilai-nilai, atau sistem kepercayaan. - Pikiran Terbuka.
Terkait erat dengan
kemampuan untuk menerima orang lain adalah apakah atau tidak seorang
individu berpikiran terbuka atau tertutup. Konselor bisa meyakinkan
klien dari sudut pandang tertentu. Sebaliknya, konselor mampu
mendengarkan klien, bersama klien, dan terbuka dalam hal mengatakan
apapun kepada klien.
- Pemikiran. (Bagian Dalam).
Orang yang terfokus
mempunyai kepekaan yang besar, sadar akan konteks dimana mereka
mempengaruhi kehidupannya, serta mampu memahami dunia, dan pada
akhirnya mereka memiliki pengaruh yang besar atas kehidupan
mereka(Langer, 2000). Orang tersebut memiliki tingkat tinggi dari
dalam yaitu ; mereka percaya nasib mereka di tangan mereka sendiri,
mereka pemikir bebas, serta memiliki kemampuan secara kritis
mengevaluasi pendapat orang lain, dan tidak introject (menyeluruh)
dari sudut pandang orang lain. Meskipun mereka memiliki pendapat yang
kuat tapi mereka juga menghormati pendapat orang lain dan memikirkan
bagaimana pendapat mereka dapat mempengaruhi orang lain (Lovell,
1999a, McAuliffe et al, 1998;. Neukrug & McAuliffe,
1993)
Pemikiran dari dalam cenderung berkualitas sebagai model dalam hubungan konseling , seperti banyak acara penting serta banyak atribut yang dianggap penting dalam kebudayaan Barat. Namun, orientasi tidak dapat dihargai oleh klien dari budaya yang tidak memiliki ketergantungan pada diri sendiri (Pederson, 2000; sue, 1978; yutrzenka, 1995).
Pemikiran dari dalam cenderung berkualitas sebagai model dalam hubungan konseling , seperti banyak acara penting serta banyak atribut yang dianggap penting dalam kebudayaan Barat. Namun, orientasi tidak dapat dihargai oleh klien dari budaya yang tidak memiliki ketergantungan pada diri sendiri (Pederson, 2000; sue, 1978; yutrzenka, 1995).
- Penyesuaian Psikologis.
Keterlibatan dalam
proses terapi membawa titik balik dalam penyakit & pergeseran
radikal dalam kehidupan pribadi, sebagai terapi sendiri, sekarang
tahu bagaimana klien mengambil langkah ini untuk jujur & penuh
kasih , mengevaluasi apa yang mereka rasakan & siapa
mereka?(Remen, May,Young ,& Berland, 1985,p.89)
Dengan penelitian yang menunjukkan bahwa seorang konselor baik , disesuaikan memiliki klien yang lebih baik dari konselor (Lembert & Bergin, 1983. Pertama dapat membantu konselor yang berurusan dengannya atau kesulitan pribadinya sendiri. Kedua, konselor dapat memperoleh rasa. Ketiga, memungkinkan konselor untuk mengidentifikasi dan berempati dengan pengalaman duduk di kursi klien. Keempat, terapi pribadi menghasilkan wawasan diri, yang memiliki pengaruh positif pada hubungan konseling. Akhirnya, hal ini membantu untuk mencegah kontrofersi.
Dengan penelitian yang menunjukkan bahwa seorang konselor baik , disesuaikan memiliki klien yang lebih baik dari konselor (Lembert & Bergin, 1983. Pertama dapat membantu konselor yang berurusan dengannya atau kesulitan pribadinya sendiri. Kedua, konselor dapat memperoleh rasa. Ketiga, memungkinkan konselor untuk mengidentifikasi dan berempati dengan pengalaman duduk di kursi klien. Keempat, terapi pribadi menghasilkan wawasan diri, yang memiliki pengaruh positif pada hubungan konseling. Akhirnya, hal ini membantu untuk mencegah kontrofersi.
- Pembangunan Hubungan.
Hubungan antara
konselor dan klien merupakan faktor yang paling signifikan dalam
menciptakan perubahan klien (safran & Muran, 2000; sexton &
Whiston, 1991; Whiston & coker, 2000). Gelso dan carter (1994)
menyatakan bahwa "aliansi kerja" adalah hubungan klien yang
menyajikan dan meluruskan egonya demi hubungan konseling dan
bagaimana ego klien yang tidak bergabung dengan "terapi konselor
atau ego "(p.296). seperti erat kaitannya dengan kemampuan klien
dan konselor untuk membangun ikatan emosional dan bekerja pada
penetapan tujuan. 8. Kompetensi.
Keahlian konselor telah terbukti menjadi elemen penting untuk keberhasilan klien dalam konseling (Whiston & coker, 2000), dan kompetensi yang dirasakan telah konsisten dipilih oleh terapis sebagai faktor yang paling penting dalam memilih terapis (Grunebaum, 1983, neukrug & williams, Milliken, 2001; norcross et al, 1988). Sehingga tidak mengherankan bahwa menjadi kompeten adalah karakteristik akhir yang dipilih penting bagi konselor untuk merangkul. Konselor yang kompeten memiliki haus akan pengetahuan. Mereka ingin memeriksa tren terbaru, pendekatan terbaru, untuk berada di ujung tombak lapangan. Kemampuan mereka untuk melihat pendekatan mereka sendiri untuk bekerja dengan klien sebagai sesuatu yang selalu memperluas dan memperdalam. Misalnya, pedoman ACA pada tujuh bidang kompetensi, termasuk (1) berlatih dalam batas seseorang kompetensi, (2) atau berlatih hanya di daerah khusus seseorang, (3) menerima pekerjaan hanya untuk posisi untuk mana yang memenuhi syarat, (4) efektifitas pemantauan seseorang, (5) mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan orang lain, (6) menjaga saat ini dengan menghadiri kegiatan pendidikan berkelanjutan, dan (7) refrainining dari menawarkan jasa ketika secara fisik atau emosional terganggu (ACA, 1995a, Standar C). Jadi yang kompeten adalah tanggung jawab profesional kami dan mengharuskan bahwa kita melanjutkan proses belajar throughtout hidup kita.
Delapan karakteristik (1) empati, (2) keaslian, (3) penerimaan, (4) keterbukaan pikiran, (5) kesadaran, (6) penyesuaian psikologis (7) membangun hubungan, dan (8) kompetensi adalah kualitas yang yang konselor afektif harus berusaha. Jika ada beberapa dari kita sudah ada di sana. Kemungkinan besar, masing-masing kualitas ini dapat dipelihara dan dikembangkan saat kami berjalan menyusuri jalan yang unik dalam hidup.
Keahlian konselor telah terbukti menjadi elemen penting untuk keberhasilan klien dalam konseling (Whiston & coker, 2000), dan kompetensi yang dirasakan telah konsisten dipilih oleh terapis sebagai faktor yang paling penting dalam memilih terapis (Grunebaum, 1983, neukrug & williams, Milliken, 2001; norcross et al, 1988). Sehingga tidak mengherankan bahwa menjadi kompeten adalah karakteristik akhir yang dipilih penting bagi konselor untuk merangkul. Konselor yang kompeten memiliki haus akan pengetahuan. Mereka ingin memeriksa tren terbaru, pendekatan terbaru, untuk berada di ujung tombak lapangan. Kemampuan mereka untuk melihat pendekatan mereka sendiri untuk bekerja dengan klien sebagai sesuatu yang selalu memperluas dan memperdalam. Misalnya, pedoman ACA pada tujuh bidang kompetensi, termasuk (1) berlatih dalam batas seseorang kompetensi, (2) atau berlatih hanya di daerah khusus seseorang, (3) menerima pekerjaan hanya untuk posisi untuk mana yang memenuhi syarat, (4) efektifitas pemantauan seseorang, (5) mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan orang lain, (6) menjaga saat ini dengan menghadiri kegiatan pendidikan berkelanjutan, dan (7) refrainining dari menawarkan jasa ketika secara fisik atau emosional terganggu (ACA, 1995a, Standar C). Jadi yang kompeten adalah tanggung jawab profesional kami dan mengharuskan bahwa kita melanjutkan proses belajar throughtout hidup kita.
Delapan karakteristik (1) empati, (2) keaslian, (3) penerimaan, (4) keterbukaan pikiran, (5) kesadaran, (6) penyesuaian psikologis (7) membangun hubungan, dan (8) kompetensi adalah kualitas yang yang konselor afektif harus berusaha. Jika ada beberapa dari kita sudah ada di sana. Kemungkinan besar, masing-masing kualitas ini dapat dipelihara dan dikembangkan saat kami berjalan menyusuri jalan yang unik dalam hidup.
- Konselor yang efektif : Perspektif Pembangunan Konstruktif.
Apa yang memungkinkan seorang konselor untuk mewujudkan kualitas konselor efektif sementara konselor lain tampaknya berjuang panjang? Kedua teori menyimpulkan bahwa, dengan celah tertentu dalam kehidupan, pandangan orang dewasa di dunia akan berubah dalam mode diprediksi, dari beton, pemikiran yang kaku terhadap abstrak, lebih fleksibel, "relativistik" berpikir.
Penelitian
terbaru tentang perkembangan kognitif orang dewasa tampaknya untuk
mendukung beberapa hipotesis Kegan sebagai menunjukkan bahwa individu
pada tahapan yang lebih tinggi cenderung lebih empatik dan berpikiran
terbuka, memiliki lebih dari internal locus of control dan memiliki
haus knowledg. Artinya, mereka merangkul banyak karakteristik
konselor yang efektif dicatat sebelumnya (Benack, 1988; Bowman &
Reeves, 1987, McAuliffe et al, 1998;. Neukrug & McAuliffe, 1933,
reeves, Bowman & cooley, 1989, widick, 1977)
Karena teori konstruktivis adalah pembangunan, menyatakan bahwa semua individu mampu pindah ke tingkat yang lebih tinggi pembangunan jika ditempatkan dalam hurturing dan thatis lingkungan yang mendukung menantang untuk pandangan individu di dunia.
Karena teori konstruktivis adalah pembangunan, menyatakan bahwa semua individu mampu pindah ke tingkat yang lebih tinggi pembangunan jika ditempatkan dalam hurturing dan thatis lingkungan yang mendukung menantang untuk pandangan individu di dunia.
- MASALAH MULTICULTURAL.
Tanggung Jawab Profesi Membantu Klien Minoritas.
Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa klien dari latar belakang, menghadiri konseling pada tingkat lebih rendah, mengakhiri konseling lebih cepat. Dengan jumlah yang relatif kecil dari konselor minoritas bersama dengan pelatihan yang lebih baik dalam konseling multikultural sangat penting, jika klien beragam budaya yang merasa nyaman mencari dan menindaklanjuti dalam konseling kepada konselor.
Panggilan Untuk
Profesi: Masuknya Multikulturalisme.
Identitas kita sebagai profesi telah lama didasarkan pada model Barat / Eropa yang merangkul nilai-nilai dan keyakinan nilai-nilai dan keyakinan dari klien minoritas. Jika konseling menjadi profesi kesempatan yang sama, konselor harus lulus dari program pelatihan dengan lebih dari keinginan untuk membantu semua orang. Dengan mengetahui siapa diri kita, kita juga memiliki rasa yang jelas tentang siapa kita. Ini adalah melalui identitas kita bahwa kita mampu mendefinisikan litaits kita, tahu kapan saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan rekan-rekan, dan mengenali ketika kita harus mengacu pada profesional lainnya.
Identitas kita sebagai profesi telah lama didasarkan pada model Barat / Eropa yang merangkul nilai-nilai dan keyakinan nilai-nilai dan keyakinan dari klien minoritas. Jika konseling menjadi profesi kesempatan yang sama, konselor harus lulus dari program pelatihan dengan lebih dari keinginan untuk membantu semua orang. Dengan mengetahui siapa diri kita, kita juga memiliki rasa yang jelas tentang siapa kita. Ini adalah melalui identitas kita bahwa kita mampu mendefinisikan litaits kita, tahu kapan saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan rekan-rekan, dan mengenali ketika kita harus mengacu pada profesional lainnya.
- ETIKA, PROFESIONAL DAN MASALAH LEGAL.
Mengetahui siapa
kita dan hubungan kami untuk kelompok profesional lainnya.
Masalah
dalam konsultasi : konselor mengambil langkah-langkah yang wajar
untuk berkonsultasi dengan konselor lain atau profesional terkait
ketika mereka memiliki pertanyaan tentang kewajiban etis mereka atau
praktek profesional .
Ketidakmampuan untuk membantu klien : jika konselor menentukan ketidakmampuan untuk menjadi bantuan profesional kepada klien, mereka menghindari memasuki atau segera mengakhiri hubungan konseling. Konselor memiliki pengetahuan pertarungan sumber rujukan dan menyarankan alternatif yang tepat .
Gangguan mental yang profesional sehat.
Semua profesional kesehatan mental memiliki tanggung jawab untuk menyadari tekanan dan tekanan yang menimpa pada hidup mereka dan bagaimana bisa mempengaruhi hubungan mereka dengan klien. Seorang profesional yang tidak menghadiri bantuan sendiri mungkin tidak efektif dalam hubungan konseling. Ketidakmampuan ini bukan hanya tidak etis, tetapi dapat menyebabkan gugatan malpraktik.
Konselor Dalam Proses: Terapi Individu Dan Sebuah Pengalaman Pertumbuhan Terkait.
Dengan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental dari konselor cenderung menjadi elemen penting untuk klien, perbaikan akan terlihat penting bahwa konselor merangkul gagasan dalam konseling mereka sendiri. Berada dalam konseling sendiri memberi konselor "merasa" untuk apa yang ingin menjadi klien, kesempatan untuk belajar dari suatu model dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman tangan struktur, format, dan batas-batas dari hubungan konseling.
Ketidakmampuan untuk membantu klien : jika konselor menentukan ketidakmampuan untuk menjadi bantuan profesional kepada klien, mereka menghindari memasuki atau segera mengakhiri hubungan konseling. Konselor memiliki pengetahuan pertarungan sumber rujukan dan menyarankan alternatif yang tepat .
Gangguan mental yang profesional sehat.
Semua profesional kesehatan mental memiliki tanggung jawab untuk menyadari tekanan dan tekanan yang menimpa pada hidup mereka dan bagaimana bisa mempengaruhi hubungan mereka dengan klien. Seorang profesional yang tidak menghadiri bantuan sendiri mungkin tidak efektif dalam hubungan konseling. Ketidakmampuan ini bukan hanya tidak etis, tetapi dapat menyebabkan gugatan malpraktik.
Konselor Dalam Proses: Terapi Individu Dan Sebuah Pengalaman Pertumbuhan Terkait.
Dengan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental dari konselor cenderung menjadi elemen penting untuk klien, perbaikan akan terlihat penting bahwa konselor merangkul gagasan dalam konseling mereka sendiri. Berada dalam konseling sendiri memberi konselor "merasa" untuk apa yang ingin menjadi klien, kesempatan untuk belajar dari suatu model dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman tangan struktur, format, dan batas-batas dari hubungan konseling.
AB
III
PENUTUP
- KESIMPULAN.
Dalam
bab ini kelompok kami berusaha untuk mendefinisikan kata yang sulit
dipahami konseling yang membedakan antara kata konseling, bimbingan
dan psikoterapi. Kami kemudian membandingkan beberapa pelatihan,
peran dan fungsi konselor, psikolog,
psikiater,
pekerja
sosial
dan
perawat
psikiater.
Selain
itu, kami
juga
mengidentifikasi
beberapa
manfaat
dari
asosiasi
profesi,
menyoroti
amerika
konseling asosiasi
(ACA)
dan
mengidentifikasi
beberapa
asosiasi
profesi
terkait. Dalam
bab
ini kita
membahas
pentingnya
sejumlah
isu
etika,
termasuk
berlatih
di
daerah
seseorang,
kompetensi,
pentingnya
konsultasi
dengan
professional
lain,
dan
pentingnya
mengakhiri
atau
merujuk
klien
ketika
seseorang
tidak
mampu
bekerja
secara efektif
dengan
mereka.
Akhirnya,
kita
membahas
pentingnya
berada
di
terapi
kita
sendiri dan
atau
menyediakan
diri
dengan
pengalaman
pertumbuhan
yang
bisa
meningkatkan
kesehatan
mental
kita sendiri
serta
halth
mental
klien
kami.
Kami
menyimpulkan
dengan
mencatat
bagaimana
pertumbuhan
pribadi
kita sendiri
adalah
proses seumur hidup.
- SARAN.
Berdasarkan
pembahasan, saran dari kami adalah sebagai berikut :
- Sebaiknya pemerintah menempatkan seorang konselor pada daerah yang tertinggal atau yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah.
- Sebaiknya konselor bisa membantu para konseli dengan pelayanan yang baik dan nyaman sehingga konseli bisa segera menyelesaikan masalahnya sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
- Dasar-dasar bimbingan dan konseling oleh Prof. Dr. H. Prayitno, M.Sc. Ed
- Buku dasar-dasar bimbingan dan konseling oleh Dra. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., Kons
- Buku The World Of The Counselor, Ed Neukrug
Tidak ada komentar:
Posting Komentar